Jaringan World wide web 6G Diluncurkan 2030

iwano@_84

Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Nokia Pekka Lundmark mengharapkan jaringan seluler 6G akan beroperasi pada akhir dekade ini. Berbicara di sebuah panel di Discussion board Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Lundmark mengatakan dia memperkirakan 6G akan memasuki pasar komersial sekitar tahun 2030.

Namun pada saat itu tiba, 6G belum akan digunakan di smartphone. Berkantor pusat di Finlandia, Nokia membangun jaringan telekomunikasi yang memungkinkan ponsel dan perangkat lain yang mendukung online untuk berkomunikasi satu sama lain.

Ditanya kapan, dia berpikir dunia akan beralih dari menggunakan smartphone ke menggunakan kacamata pintar dan perangkat lain yang dikenakan di wajah, Lundmark mengatakan itu akan terjadi sebelum 6G tiba.

“Pada saat itu, pasti smartphone seperti yang kita kenal sekarang tidak akan lagi menjadi antarmuka yang paling umum,” katanya, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (24/5/2022).

“Banyak dari hal-hal ini akan dibangun langsung ke dalam tubuh kita.” imbuhnya.

Dia tidak merinci dengan tepat apa yang dia maksud, tetapi beberapa perusahaan, seperti Neuralink milik Elon Musk, sedang bekerja untuk memproduksi perangkat elektronik yang dapat ditanamkan ke dalam otak dan digunakan untuk komunikasi dengan mesin dan orang lain.

Di tempat lain, raksasa teknologi AS seperti Meta, Google dan Microsoft sedang mengerjakan headset augmented actuality baru yang suatu hari nanti bisa menggantikan smartphone.

Berbicara di panel yang sama, CFO Google Ruth Porat mengatakan “kami percaya bahwa salah satu keuntungan besar dari augmented fact sebenarnya adalah memecahkan masalah di Bumi.”

“Ini akan menjadi hal-hal seperti memiliki kacamata dan mampu menerjemahkan saat Anda berbicara dengan kacamata,” tambahnya.

Google sebelumnya meluncurkan headset AR yang disebut Google Glass tetapi akhirnya menariknya setelah perangkat gagal mendapatkan daya tarik.

Para pemimpin teknologi juga membahas peluang dan tantangan yang dihadirkan metaverse.

Pada tahun 2030, Lundmark mengatakan dia yakin akan ada kembaran electronic yang akan membutuhkan sumber daya komputasi yang besar.

“Untuk mentransmisikan semua little bit komputer yang dibutuhkan metaverse, jaringan harus setidaknya 100 kali atau bahkan 1.000 kali lebih cepat daripada sekarang.” pungkas Lundmark.

[Gambas:Video CNBC]

&#13

&#13
Artikel Selanjutnya&#13

&#13
Dunia Heboh Net 5G, China Malah Bersiap ke Teknologi 6G

&#13

(roy/roy)


Next Post

Why Isn’t New Know-how Building Us Far more Effective?

The intention is not to replace workers but to carry their effectiveness, stated Zayd Enam, the company’s co-founder and main govt. Cresta’s presenting, he claimed, is designed attainable by modern innovations in the electricity and velocity of A.I. software package, which he described as “game altering.” Cresta has 200 workers, […]

Subscribe US Now

Exit mobile version