Multipolar Know-how (MLPT) Raih Persetujuan Divestasi Facts Centre ke EdgeConnex

iwano@_84

Bisnis.com, JAKARTA – PT Multipolar Technological know-how Tbk. (MLPT) berhasil mendapat persetujuan pemegang saham untuk menjual facts centre dan sebidang lahan di Cikarang ke EdgeConnex dengan nilai transaksi Rp521,38 miliar.

Emiten Grup Lippo ini mendapat persetujuan untuk rencana transaksi divestasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 April 2022.

Adapun bagi EdgeConnex, kesepakatan dengan MLPT menandai pasar kesembilan EdgeConnex di Asia. Facts middle yang dikelola oleh PT Graha Teknologu Nusantara (GTN) mengoperasikan pusat facts bersertifikat tier 3 sejak 2016. GTN merupakan hasil perusahaan patungan antara MLPT dengan Mitsui. 

Lebih lanjut, EdgeConneX telah mengakuisisi sebidang tanah yang berbatasan langsung dengan GTN, memungkinkan kawasan pusat details hyperscale di masa depan yang pada akhirnya dapat mendukung kapasitas lebih dari 90 megawatt (MW).

Controlling Director (APAC) EdgeConnex Kelvin Fong mengatakan, akuisisi data heart milik GTN di Indonesia merupakan ekspansi yang ke-3 perusahaan di Asia.

Sebelumnya, EdgeConnex pernah mengumumkan rencana untuk membangun system pusat info di India melalui usaha patungan, AdaniConneX, serta mengumumkan investasi strategis di Chayora, yakni operator pusat information terkemuka di China.

“Untuk pasar Indonesia, fasilitas carrier neutral GTN mendukung lebih dari 50 pelanggan di fasilitas hampir 7 MW yang terletak di location aman dengan sumber daya yang andal, skalabel, dan beragam serta rekor SLA 100 persen,” kata Kevin dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/5/2022). 

Pasar pusat data, menurut Structure Exploration, akan mencapai hampir US$650 juta pada 2026, dengan hampir dua pertiga di antaranya berasal dari permintaan hyperscaler.

Sementara Jakarta dinilai sebagai pasar yang menyaksikan pertumbuhan pesat pusat details didorong oleh adopsi cloud. Penyediaan infrastruktur electronic hyperscale berkualitas tinggi dan andal sangat penting untuk mendukung transformasi electronic Indonesia dan juga membantunya berfungsi sebagai pintu gerbang kawasan regional.

“Seiring kami terus memperluas platform pusat knowledge Edge dan hyperscale kami secara worldwide, kampus pusat facts hyperscale yang direncanakan di Jakarta akan memberi kami kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami akan kapasitas di pasar yang vital dan berkembang di kawasan APAC ini,” kata Kevin Fong.

Sementara itu, Founder of Construction Research Philbert Shih menilai pasar Indonesia memberikan EdgeConneX kehadiran di tiga negara terbesar di dunia di luar Amerika Serikat. Ini adalah pasar dengan keuntungan jangka panjang yang luar biasa.

“Indonesia memiliki demografi yang kuat, sektor teknologi dalam negeri yang berkembang pesat, dan berada di awal kurva adopsi dalam hal layanan infrastruktur yang dialihdayakan seperti cloud dan pusat details,” ungkapnya



Simak Online video Pilihan di&#13
Bawah Ini :

Konten Top quality

Masuk / Daftar

Next Post

Media Sosial Besutan Trump Hadir Mei 2022

Aplikasi media sosial Truth of the matter dijanjikan akan hadir untuk pengguna website di akhir Mei REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aplikasi media sosial Fact, yang dibesut oleh salah satu anak perusahaan Donald Trump, dijanjikan akan hadir untuk para pengguna world wide web di akhir Mei 2022. Kabar itu disampaikan langsung oleh […]

Subscribe US Now