Pengemudi Ojol Minta Polisi Menindak Promosi Judi On the internet di Media Sosial

iwano@_84

TEMPO.CO, Jakarta –  Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mendesak aparat kepolisian agar bertindak tegas mengenai maraknya promosi judi on-line atau slot di media sosial. Apalagi promosi tersebut dilakukan oleh public determine dan influencer.  

Ketua Presidium Garda Indonesia, Igun Wicaksono menyampaikan bahwa saat ini telah banyak driver ojol yang tergiur untuk bermain judi slot. Permainan ini berdampak fatal kepada sebagian pengemudi ojol yang lebih tergiur untuk bermain judi slot daripada bekerja sebagai ojol.  

Mengenai temuan ini, Igun pun mendesak Kepolisian Republik Indonesia guna mengusut tuntas maraknya promosi judi on the web melalui berbagai media electronic, elektronik dan pesan singkat.  

“Garda menuntut Polri agar mengusut tuntas oknum yang terlibat dalam endorse ataupun promosi judi on-line. Salah satunya oknum artis yang diduga melakukan aksi promosi maupun endorse judi on the internet,” kata Igun dalam keterangannya pada Sabtu malam 21 Mei 2022.   

Mengenai maraknya promosi di sosial media, Garda Indonesia juga menyayangkan adanya artis yang terlibat dalam endorse ataupun promosi judi online. Igun menyampaikan bahwa telah menemukan artis berinisial NM yang sering mempromosikan judi slot ini.  

“Diduga oknum artis selebritis NM ini merupakan endorser promosi judi on-line,” kata Igun.   

Igun prihatin bahwa pihaknya telah banyak menerima keluhan dari keluarga pengemudi ojol yang terjerat dalam promosi judi on the net. Ia menyampaikan bahwa banyak ojol yang terjerat judi online ini sudah pada tahap yang memprihatinkan.  

“Pengemudi ojol yang terlibat kehilangan pendapatan untuk keluarganya akibat uang hasil mencari nafkah digunakan untuk berjudi on-line karena tertarik dari iming-iming promosi endorser artis selebritis ini salah satunya adalah NM,” jelasnya.  

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum atau PPSU yang dikabarkan menjadi korban begal ternyata telah membuat laporan palsu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Device Reserse Kriminal Polsek Sawah Besar Inspektur Satu Wildan Alkautsar.

Menurut dia, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan anggotanya, PPSU bernama Ray Prama Abdullah, 28 tahun itu akhirnya mengaku jika dia bukan korban begal, namun kalah principal judi on the internet.

Baca juga: PPSU yang Mengaku Korban Begal Ternyata Bikin Laporan Palsu, Polisi: Kalah Judi

Next Post

How to very easily set up VPN software on Chromebook

Chromebooks are spending budget-helpful laptops that are manufactured for individuals who do most of their work online. Even though these kinds of units are well-known in academic institutes, they are also well known in the retail current market when it will come to cheaper laptops. It’s a great machine for […]

Subscribe US Now

Exit mobile version