Simak Strategi Inocycle Technological innovation (INOV) Mengarungi Bisnis Tahun 2022

iwano@_84

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Inocycle Technological innovation Group Tbk (INOV) melihat prospek bisnis tahun ini dengan sikap positif. Optimisme tersebut didorong oleh tren penggunaan produk daur ulang yang terus mengalami peningkatan hingga saat ini. 

“Hal ini menandakan kesadaran masyarakat dalam menggunakan produk daur ulang sudah mulai meningkat,” ungkap Direktur INOV Victor Choi, kepada Kontan.co.id, Senin (9/5).

Victor melanjutkan, Tren tersebut juga turut didukung oleh perusahaan-perusahaan besar yang sudah mulai menggunakan bahan dasar dari hasil daur ulang untuk produk-produk mereka, sehingga turut mendorong peningkatan permintaan produk daur ulang. 

Pada tahun 2022 ini, INOV berharap dapat membukukan pertumbuhan kinerja baik dari sisi penjualan maupun capaian laba bersih. Perusahaan membidik nilai penjualan dapat tumbuh 20% dari kinerja tahun lalu, dengan pertumbuhan laba bersih hingga 25%. 

Baca Juga: Laba Bersih Inocycle Engineering (INOV) Melesat 395,9% Sepanjang 2021

Sebagai gambaran, di tahun 2021 lalu, INOV mencatatkan penjualan sebesar Rp 633,3 miliar atau tumbuh 22,1% yoy dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp518,6 miliar. Laba bersih INOV juga mengalami peningkatan mencapai 395,9% yoy menjadi Rp27,3 miliar.

Selama tahun 2021, penjualan INOV didominasi oleh produk Re-PSF sebesar Rp 442,4 miliar atau naik sekitar 20,8%% yoy, sementara penjualan produk bukan tenunan (non-woven) dan lainnya mencapai Rp 190,9 miliar, atau naik mencapai sekitar 25,3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020.

Untuk memaksimalkan kinerja tahun ini, INOV sudah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Antaranya, melanjutkan ekspansi pabrik baru, new assortment heart, serta new washing amenities di kota-kota di Indonesia untuk mengintegrasikan offer chain INOV saat ini.

“Rencananya kami akan terus melanjutkan ekspansi dengan membuka pabrik baru dan menjalankan pabrik-pabrik yang sudah kami bangun sejak tahun lalu. Karena peluangnya masih tinggi, sehingga kami perlu terus berekspansi,” jelas Victor. 

 

Namun sayang, Victor sendiri tidak memerinci lebih detail terkait rencana ekspansi tersebut. Dia hanya bilang, di tahun 2022 ini INOV juga akan terus memproduksi Re-PSF dengan kualitas yang large-grade yang dapat menyamai kualitas Virgin PSF. “Serta terus melakukan diversifikasi produk turunan, seperti non-woven dan juga homeware dengan memproduksi bulu kain sintetis,” lanjutnya. 

Terkait dengan anggaran belanja modal atau cash expenditure (Capex) INOV di tahun 2022 ini, perusahaan menganggarkan sekitar Rp 80 miliar. 

Victor memerinci, alokasi dananya akan lebih banyak digunakan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas pecucian botol serta kapasitas produksi di beberapa kota. “Terkait dengan realisasi penggunaan capex saat ini masih sedang dalam perhitungan,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google Information


Next Post

Meta Shares New 'Culture Codes' to Help Advertisers Strengthen the Performance of Their Promotions

As social media use evolves, so too do utilization tendencies, and the content kinds that men and women uncover the most partaking, and much more attractive in social apps. Initially, in the early times of Fb and Twitter, manufacturers properly saw social media as another broadcast platform, yet another put […]

Subscribe US Now

Exit mobile version